Rabu, 26 September 2012

Materi Sosiologi (Interaksi Sosial)


               INTERAKSI SOSIAL.

Perhatikan gambar di atas, apa yang dilakukan oleh orang-orang yang saling BERINTERAKSI

Interaksi selalu dilakukan oleh setiap individu dalam masyarakat, hal ini diaenakan ketebatasan setiap individu dalam memenuhi hidupnya.

1.   PENGERTIAN

Hakekat hidup manusia dalam masyarkat adalah terdiri dari relasi-relasi yang mempertemukan mereka dalam usaha bersama yang bersifat tetap, seperti beribadah, mencari nafkah, bersekolah, rekreasi, dan sebagainya. Relasi yang bersifat agak sementara seperti: bertamu, makan bersama, tawar menawar, dan sebagainya. Inti pokok dalam hidup bermasyarakat adalah interaksi, yaitu aksi / tindakan yang dibalas dengan reaksi.

Kodrat manusia selalu ingin hidup bersama dengan orang lain. Karena pada dasarnya manusia sejak lahir telah memiliki keterbatasan, misalnya: seorang anak saat baru lair memerlukan perawatan ibunya, pemenuhan kebutuhan kesehatan, pendidikan, dsb. Manusia membutuhkan banyak hal dalam hidupnya, yang semuanya terpenuhi dengan mengadakan hubungan sosial, melalui hubungan sosial seseorang menyampaikan maksud, tujuan, dan keinginannya untuk mendapatkan tanggapan (reaksi)  dari orang lain. Keadaan ini menyebabakan terjadinya hubungan timbal balik yang disebut interaksi sosial, yatu adanya aksi dan reaksi antara satu orang dengan orang lain.

Interaksi sosial adalah hubungan dinamis yang menyangkut hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok, yang dapat berbentuk kerjasama, persaingan maupun pertikaian.

Tindakan dan interaksi sosial mempunyai hubungan yang tidak terpisahkan. Tindakan sosial adalah tindakan yang dipengaruhi atau untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan dan maksud tertentu. Sedangkan interaksi sosial adalah hubungan yang terjadi sebagai akibat adanya tindakan individu-individu. Terjadinya hubungan timbal balik disebabkab oleh adanya tindakan (aksi) dan tanggapan (reaksi) antara dua orang  atau lebih. Tanpa tindakan tidak mungkin ada hubungan. Tindakan merupakan dasar bagi terbentuknya tindakan sosial dan interaksi sosial. Bila interaksi sosial terjadi maka secara otomatis di dalamnya ada tindakan dan tindakan sosial.

2.  Dinamika Sosial.

Melalui interaksi akan terjadi perubahan-perubahan yang memungkinkan terbentuknya hal- hal baru sehingga dinamika masyarakat menjadi hidup dan dinamis. Oleh karena itu, interaksi sosial merupakan dasar terbentuknya dinamika sosial yang ada di masyarakat. Pehatikan ilustrasi berikut

Dalam sosiologi, DINAMIKA SOSIAL diartikan sebagai keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. Keterkaitannya dengan interaksi adalah interaksi mendorong terbentuknya suatu gerak keseluruhan antara komponen masyarakat yang akhirnya menimbulkan perubahan-perubahan dalam masyarakat  Wujud konkret dari dinamika sosial antara lain perubahan jumlah penduduk, perubahan kualitas penduduk, perubahan struktur pemerintahan, perubahan mata
pencaharian, perubahan komposisi penduduk, dan lain-lain

3.  CIRI-CIRI INTERAKSI SOSIAL
a.        Pelaku lebih dari satu orang
b.       Ada komunikasi antar pelaku dengan mengunakan simbol-simbol (bahasa)
c.        Ada tujuan yang hendak dicapai

Perlu diketahui tidak semua tindakan sosial disebut sebagai interaksi sosial. Kerumunan orang di jalan raya akibat kabut asap yang menutupi pandangan bukanlah interaksi sosial. Akan tetapi telah terjadi tabrakan beruntun di jalan tol, dan pengemudi saling menuduh, berkelahi, saling menolong, maka baru di sebut sebagai interaksi sosial.

4.  SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL.

a.  Kontak Sosial.
Adalah aksi individu, kelompok dalam nbentuk isyarat yang memiliki makna bagi sipelaku dan penerima, dan penerima membalas aksi dengan reaksi.

 Macam-macam Kontak Sosial
1)    Kontak Primer: kontak yang terjasi secara langsung, tanpa perantara, seperti saling tersenyum, berpelukan, dsb.
2)    Kontak sekunder: kontak yang terjadi secara tidak langsung melalui media perantara, seperti TV, Surat Telefon, HP, dsn.
3)    Kontak Positif: jika hubungan mengarah pada sebuah kerjasama
4)    Kontak Negatif: jika hubungan mengarah pada pertentangan, konflik.

b.  Komunikasi Sosial
Adalah proses seseorang meyampaikan sinyal (pesan) dan orang lain memberi tafsiran atas sinyal tersebut dan mewujudkan dalan bentuk perilaku.
Dari uraian di atas Nampak komunikasi hampir sama dengan kontak, namun kontak belum tentu komunikasi. Karena komunikasi menuntut adanya pemahaman makna.

Contoh:
§  Rudi menepuk Bahu Sam, kemudia Sam memahami tepukan itu sebagai ajakan (kontak), lalu Sam bertanya, kemana?, Rudi menjawab ke kantin (komunikasi) lalu mereka berjalan berdua ke kantin (interaksi sosial)
§  Orang Sumbawa bertemu orang Sasak, lalu berjabat tangan (kontak), orang Sumbawa bertanya dengan mengunakan bahasa Sumbawa, namun orang sasak hanya terdiam karena tidak mengerti bahasa Sumbawa (komuikasi).

Bentuk-bentuk komunkasi:
1)    Komunikasi langsung/primer; adalah komunikasi yang terjadi secara langsung dan bertatapmuka tanpa menggunakan media perantara
2)    Komunikasi tidak langsung / sekunder: kebalikan dari komunikasi primer
3)   Komunikasi Positif: apabila dua orang yang berkomunikasi saling emahami maksud dan tujuan dan menghasilkan sebuah kerjasama
4)   Komunikasi Negatif: bila dua orang yang berkomunikasi tidak saling memahami maksud dan tujuan  (miskomunikasi), dan perbuatannya tidak menghasilkan sebuah kerjasama.

5.  FAKTOR YANG MENDASARI INTERAKSI SOSIAL

Menurut  Soerjono Soekanto, interaksi sosial berlangsung dengan didasari oleh faktor-faktor antara lain:
a.       Imitasi
Adalah proses belajar dengan cara meniru orang lain baik dalam wujud sikap  (attitude), penampilan (performance), tingkahlaku (behavior), maupun gaya hidup (life style). Imitasi dapat berpengaruh positif maupun negatif, berpengaruh positif apabila yang dicontoh adalah cara-cara baik, dan berpengaruh negatif, bila yang dicontoh adalah perbuatan atau perilaku menyimpang.

b.       Sugesti
Adalah cara pemberian pengaruh atau pandangan oleh seseorang kepada orang lain dengan cara-cara tertentu, sehingga orang tersebut mengikuti tanpa berfikir panjang. Proses sugesti lebih mudah terjadi apabila orang yang  memberi pengaruh adalah orang yang memiliki kharisma, pengaruh, kuasa. Dan orang yang menerima pengaruh kondisi emosionalnya sedang tidak stabil.

c.        Identifikasi
Adalah kecenderungan dan keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi “sama” dengan fihak lain. Identifikasi berlangsung dalam keadaan dimana orang yang melakukan identifikasi benar-benar mengenal fihak lain yang menjadi tokoh atau idolanya. Sehingga sikap, pandangan, gaya hidup, mode yang dimiliki tokoh idola tersebut ingin dimiliki dan dijiwai, dan bukan sekedar mencontoh seperti dalam imitasi.

d.       Simpati
Adalah perasaan tertarik, yang timbul dalam diri seseorang yang membuatnya merasa sedikit-sedikit berada dalam keadaan orang lain. Simpati mirip dengan identifikasi, namun perbedaannya dalam simpati yang memegang peranan penting adalah unsur perasaan.
e.       Empanti
Sama dg simpati akan tetapi empati lebih mendalam dan lebih mengarah kepada tindakan nyata, misalnya menyumban orang yg kena musibah

A.  BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Interaksi sosial ada dua bentuk dalam prosesnya.yaitu proses  yang berbentuk Asosiatif dan proses Disosiatif. Berikut penjelasannya.

1.  Proses Asosiatif (keteraturan sosial)

Adalah suatu keadaan dimana hubungan–hubungan sosial berlangsung secara selaras, serasi, dan harmonis menurut nilai-nilai dan norma yang berlaku. Proses asosiatif dibedakan menjadi 4 bentuk, sebagai berikut:

a.        Kerja Sama (cooperation)
Adalah suatu usaha bersama antar pribadi atau kelompok manusia untuk mencapai sutu atau beberapa tujuan bersama.

Bentuk-bentuk Kerjasama:
1)    Tawar Menawar (bargaining), adalah perjanjian atau persetujuan antara fihak-fihak yang mengikat diri atau bersengketa, melalui pendekatan, pemberian usul, dll.
2)    Kooptasi adalah proses penerimaan usul-usul baru oleh pimpinan suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari suatu kegoncangan dalam organisasi
3)    Koalisi adalah gabungan / kombinasi dua atau lebih organisasi politik dengan tujuan yang sama
4)    Usaha Patungan adalah kerjasama dalam pengerjaan proyek tertentu

Motivasi Orang Bekerja Sama:
§  Adanya orientasi perseorangan terhadap kelompoknya
§  Adanya ancaman dari luar (musuh bersama)
§  Merasa tersinggung (dirugikan)
§  Untuk mencari keuntungan pribadi
§  Semata-mata untuk menolong orang lain


b.       Akomodasi (accommodation)
Adalah dua atu lebih individu atau kelompok berusaha untuk saling menyesuaikan diri, tidak saling menggangu dengan cara mencegah / mengurangi atau menghentikan ketegangan yang muncul sehingga tercapai kestabilan dan kedamaian.

Tujuan Akomodasi:
§  Mengurangi pertentangan antara dua individu atau kelompok
§  Mencegah terjadiya ketegangan secara terus menerus
§  Memungkinkan terjadinya kerjasama
§  Mengupayakan terjadinya peleburan antara dua kelompok yang berbeda, misalnya lewat perkawinan campuran (amalgamasi)
§   
Bentuk-Bentuk Akomodasi:
1)    Koersi (coercion): adalah akomodasi dengan cara paksaan, satu fihak berada pada posisi lemah dan fihak lainnya pada posisi kuat.
2)    Kompromi (compromise): adalah akomodasi dengan cara fihak yang bertikai saling mengurangi tuntutan agar tercapai penyesuaian perselisihan
3)    Arbitrasi (arbitration): adalah cara untuk mencapai sebuah kompromi melalui fihak ketiga yang berwenang untuk menyelesaikan masalah. Dan keputusan yang diambil oleh fihak ketiga wajib dilaksanakan oleh kedua belah fihak yang berkonflik. Contoh: konflik antara perusahaan dengan buruh tentang Gaji (UMR), maka akan diselesaikan oleh Pemerintah (Depnaker)
4)    Mediasi (mediation), hampir mirif dengan arbitrasi, hanya saja fihak ketiga bersifat netral dan berfungsi hanya sebagai penasehat untuk mengusahakan jalan damai, akan tetapi tidak memiliki kewenangan untuk menyelesaikan masalah
5)    Konsiliasi (conciliation) adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari fihak-fihak yang bertikai untuk mencapai suatu kesepakatan. Contoh mempertemukan keinginan wakil buruh, wakil perusahaan, dan Jamsostek untuk mencapai kesepakatan tentang jaminan sosial.
6)    Toleransi (tolerance) bentuk akomodasi yang terjadi secara tidak sadar dan spontan akibat reaksi  alamiah individu dan kelompok yang ingin menghindari perselisihan. Contoh: pada saat bulan puasa maka ummat agama lain akan menghindari makan ditempat terbuka disembarang tempat sebagai toleransi terhadap ummat muslim.
7)    Stalemate: terjadi ketika fihak-fihak yang bertikai memiliki kekuatan yang seimbang hingga pada akhirnya pertikaian tersebut berhenti pada titik tertentu. Contoh: konflik antara Korea Utara dengan Korea Selatan di bidang senjata nuklir.
8)    Adjudikasi (adjudication) cara penyelesaia konflik / masalah melalui pengadilan
9)    Eliminasi (elimination) pengunduran diri salah satu fihak yang terlibat konflik karena mengalah.
10)Konversi adalah penyelesaian konflik dimana salah satu fihak yang mengalah bersedia menerima pendirian  fihak lain.
11)Rasionalisasi adalah pemberian alasan yang kedengarannya masuk akal untuk membenarkan  suatu perbuatan yang sebetulnya akan menimbulkan masalah atau menghindari suatu keadaan yang sebetulnya akan menibulkan konflik / masalah
12)         Subjugation dan Domination adalah fihak yang memiliki kekuatan besar meminta fihak lain untuk menaatinya.

c.  Asimilasi
Adalah merupakan usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan antariandividu atau antarkelompok guna mencapai suatu kesepakatan  berdasarkan kepentigan dan tujuan bersama. Menurut Koentjaraningrat proses asimilasi akan timbul jika ada kelompok yang memiliki perbedaan kebudayaan , kemudian saling berinteraksi secara langsung dan terus menerus dalam waktu yang lama, sehinga kebudayaan masin-masing kelompok saling mennyesuaikan diri dan mengalami perunbahan. Jika ada dua individu  atau kelompok melakukan asimilasi maka batas-batas antarkelompok akan hilang dan keduanya melebur menjadi satu kelompok yang baru. Proses tersebut dapat digambarkan dengan ilustrasi berikut:
A
C
B
Hexagon: C
 
                       +                          =



Faktor yang Mempermudah Terjadinya asimilasi:
1)    Toleransi tehadap kelompok lain yang memiliki kebudayaan berbeda
2)    Adanya kesempatan yang sama dibidang ekonomi bagi semua golongan masyarakat
3)    Sikap saling menghargai kebudayaan
4)    Sikap terbuka penguasa terhadap semua golongan masyarakat
5)    Pengetahuan akan persamaan unsur-unsur kebudayaan yang berbeda
6)    Perkawinan campuran (amalgamasi)
7)    Adanya musuh bersama

Faktor penghambat / penghalang terjadinya Asimilasi:
1)    Letak geografis terisolir (tertutup)
2)    Rendahnya pengetahuan tentang kebudayaan lain
3)    Adanya ketakutan yang berlebihan terhadap kebudayaan lain
4)    Sikap superior (menilai tinggi  dan lebih kebudayaan sendiri)
5)    Perbedaan ciri-ciri ras yang menonjol
6)    Perasaan in-group feeling yang kuat
7)    Perbedaan kepentingan

d.       Akulturasi (acculturation)
Adalah Perpaduan dua kebudayaan yang berbeda  dan membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan dua ciri kepribadian dua kebudayaan sebelumnya.
Contoh:
Ø candi Borobudur hasil perpaduan kebudayaann India dengan kebudayaan Indonesia
Ø musik keroncong hasil perpaduan musik Portugis dengan musik Indonesia
Ø Masjid demak hasil perpaduan budaya Arab dengan budaya Jawa

untuk lebih jelasnya dapat dilihat ilustrasi berikut ini:

                       
                        +                         =
 


Akulturasi akan berlangsung lama jika proses masuknya kebudayaan asing melalui pemaksaan, dan proses akulturasi akan berjalan cepat jika masuknya kebudayaan asing melalui jalan damai.

Menurut proses terjadinya keteraturan sosial terjadi melalu tahapan proses sebagai berikut:
1)         tertib siosial (social order) suatu kondisi kehidupan masyarakat yang aman, teratur, dinais karena setiap individu bertindak sesua denga hak dan kewajibannya.
2)     Order adalah sistem nilai dan norma yang berkembang diakui dan dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat
3)     Keajegan suatu kondisi keteraturan yang tetap  dan tidak berubah sebagai hasil hubungan antara tindakan , nilai dan norma sosial y ang berlangsung secara terus menerus.
4)         Pola yaitu  corak hubungan yang tetap atau ajeg dalam interaksi sosial yang dijadikan model bagi semua anggota masyarakat atau kelompok.

Keempat tahapan proses tersebut di atas dapat digambarkan dengan ilustrasi berikut ini:

Keteraturan
Sosial
Oval: Keteraturan 
Sosial
3)
Oval: 3)
1)
Oval: 1)
4)
Oval: 4)
2)
Oval: 2)


                                                                                                                                         


2.       Proses Disosiatif (konflik sosial)

Adalah Suatu proses yang cenderung menghambat terciptanya keteraturan sosial, dan membawa anggota kelompok kea rah perpecahan / konflik dan merengganggak solidaritas. Proses ini dibedakan menjadi 3 bentuk:

a.        Persaingan (kompetisi)
Adalah proses sosial yang ditandai dengan adanya saling berlomba, berjuang  antar individu atau kelompok yang ada untuk mengejar suatu nilai tertentu dalam batas-batas tertentu yang dibenarkan, dengan damai, fair play agar lebih maju, lebih kuat, lebih baik, dsb.


Sifat-Sifat Persaingan:
§  Personal Kompetisi : persaingan antarindividu (rivalry)
§  Impersonal Kompetisi persaingan antarkelompok. Contoh persaingan PDIP dengan Demokrat dalam memenangkan pencalonan Presiden RI

b.  Kontravensi

Adalah suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dengan konflik. Kontravensi ditandai dengan adanya ketidakpastian, ketidakpuasan, perasaan benci yang disembunyikan, keragu-raguan, perasaan tidak suka, individu / kelompok terhadap individu / kelompok lain.

Menurut Leopold  Von Wiese dan Howard Becker, kontravensi memiliki 5 proses sebagai  berikut:
1)         Proses yang umum meliputi penolakan, keengganan, perlawanan, menghalang-halangi, engacaukan rencana fihak lain
2)         Proses yang sederhana meliputimenyangkal orang lain di depan umum, memaki orang lain, memfitnah, mencerca, memaki melalui selebaran.
3)         Proses yang intensif meliputi: berkhianat, mengumumkan rahasia fihak lain, penghasutan, menyebarkan desas-desus.
4)         Proses yang bersifat taktis meliputi: mengjutkan lawan, membingungkan fihak lainprovokasi, intimidasi, memaksa fihak lain untuk menyesuaikan diri.

c.        Pertikaian (konflik)
Adalah proses sosial atau keadaan yang ditandai dengan usaha menggagalkan, menyigkirkan, dan bahkan memusnahkan fihak lain , untuk mencapai suatu keinginan tertentu, atau karena adanya perbedaan pendapat dan pendirian mengenai banyak hal. Yang memegang peranan penting dalam konfli adalah perasaan benci, sentiment, iri hati dsb.

Bentuk-bentuk pertikaian (konflik)
1)         Konflik pribadi: erjadi antara indivdu yang satu dengan individu yangklain karena berbagai sebab
2)         Konfllik rasial terjadi karena adanya perbedaan cirri-ciri fisik, kebudayaan, dan kepentingan masing-masing ras
3)         Konflik antkelas sosial terjadi karena perbedaan kepentingan. Contoh konflik antara buruh dengan keinginan gaji tinggi dengan pengusaha/majikan dengan untung banyak dan upah buruh murah
4)         Konglik politik terjadi karena adanya perbedaan pendapat dua atau lebih partai politik
5)         Konflilk internasional, terjadi antara dua atau lebih negaraberdaulat


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar